Artikel Artikel
Neraca sumberdaya alam memberikan Instrumen Neraca Sumberdaya Alam
informasi mengenai besarnya sumberdaya yang sudah
dimanfaatkan serta cadangan yang tersisa (saldo). Penyelenggaraan IGT neraca sumberdaya
Kebijakan Terdapat empat komponen sumberdaya alam yaitu
sumberdaya lahan, sumberdaya hutan, sumberdaya
alam dilaksanakan berlandaskan UU Nomor 26 Tahun
2007 tentang Penataan Ruang dan UU Nomor 32
Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam air, dan sumberdaya mineral. Menurut Suwignyo
(2016), neraca sumberdaya sebagai dasar dalam upaya
Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup. Keduanya berfungsi sebagai
keberlanjutan dan peningkatan kualitas lingkungan instrumen untuk perencanaan pembangunan dan
Oleh: Roswidyatmoko Dwihatmojo dan Sri Daryaka
hidup. Neraca sumberdaya alam meningkatkan upaya kegiatan ekonomi wilayah dalam memonitor dan
keberlanjutan pembangunan lingkungan hidup. mengevaluasi pelaksanaan penataan ruang dan
Salah satu strateginya adalah pengembangan sistem pengelolaan lingkungan hidup. Dokumen penyusunan
Pelaksanaan pembangunan di Indonesia alam wilayah dapat dilakukan melalui penyusunan neraca sumber daya alam dan lingkungan hidup dan neraca sumberdaya alam resmi menjadi dokumen
sebagian besar masih berbasis pada pemanfaatan neraca sumberdaya alam. Hal tersebut merupakan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan cara Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu:
sumberdaya alam. Kekayaan sumberdaya alam yang modal awal untuk menilai manfaat sumberdaya alam memperkuat data dan informasi lingkungan hidup • SNI 6728.1-2015, Penyusunan neraca sumberdaya
melimpah di satu sisi merupakan modal besar dan dan menghitung ketersediaan sumberdaya serta yang berkualitas dan berkelanjutan. air spasial
berharga untuk pelaksanaan pembangunan, namun potensi yang dihasilkannya. Penyusunan neraca juga Dalam tataran operasional, strateginya • SNI 6728.2-2015, Penyusunan neraca sumberdaya
di sisi lain apabila pengelolaan sumberdaya alam tidak terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam yang melalui pengembangan sistem neraca sumberdaya hutan spasial
dilaksanakan secara bijaksana dan terencana maka dapat menguntungkan baik secara ekonomi dan alam dan lingkungan hidup berbasis spasial sebagai • SNI 6728.3-2015, Penyusunan neraca sumberdaya
berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan lingkungan serta adanya kelangsungan kesejahteraan pendukung sistem informasi lingkungan hidup (Buku lahan spasial
terjadi bencana alam. Pengendalian pemanfaatan masyarakat,terutama bagi generasi penerus. II Agenda Pembangunan Bidang RPJMN 2015-2019, • SNI 6728.4-2015, Penyusunan neraca sumberdaya
sumberdaya alam merupakan salah satu tantangan Peraturan Presiden Republik Indonesia Bab 10 Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan mineral spasial
bagi pembagunan saat ini dan masa mendatang. (Perpres) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Lingkungan Hidup). Neraca spasial menekankan
Kemajuan ilmu pengetahuan dan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015- penyusunan informasi neraca dengan memanfaatkan Penyusunan standar tersebut melibatkan
teknologi, inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi, 2019, khususnya Buku I: Prioritas Nasional, Buku II: informasi keruangan atau geospasial. Kementerian/Lembaga terkait sesuai dengan
pertambahan penduduk dan perkembangan industri Memperkuat Sinergi Antar Pembangunan Nasional, Lahirnya Undang-undang (UU) Nomor walidatanya. Untuk neraca air disusun bersama
telah membawa perubahan yang cukup signifikan, Bab IX: Wilayah dan Tata Ruang, serta Buku III: 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
terutama meningkatnya eksploitasi sumberdaya Pembangunan Berdimensi Kewilayahan, menunjukkan (IG), mengamanahkan pada BIG untuk bertugas neraca hutan bersama Kementerian Lingkungan Hidup
alam yang mengakibatkan ketersediannya terus bahwa IG merupakan komponen utama yang harus menyediakan IG dasar yang digunakan sebagai dan Kehutanan, neraca lahan bersama Kementerian
berkurang. Tingkat ketersediaan dan kelangkaan dibangun dalam perencanaan pembangunan yang rujukan (referensi tunggal) dalam pembangunan IGT, Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
sumberdaya memberi indikasi tentang bagaimana berkelanjutan. Pembangunan harus berpihak melaksanakan pembinaan dan pengintegrasian IGT, serta neraca mineral bersama Kementerian Energi
seharusnya mengelola sumberdaya yang langka agar pada peningkatan pertumbuhan perekonomian dan berbagi pakai dan penyebarluasan IG. Dalam dan Sumberdaya Mineral. Hal tersebut sejalan dengan
tidak mengancam kelestariannya dengan tanpa dan (pro growth), mengurangi kemiskinan (pro poor), konteks sumberdaya, salah satunya dalah berperan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang
atau meminimalkan terjadinya degradasi lingkungan mengurangi pengangguran (pro job) dan sekaligus penting untuk menghasilkan IGT neraca sumberdaya Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada
(Solihin dan Rija, 2007). tetap mempertahankan kelestarian lingkungan hidup alam. Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000.
Salah satu alternatif untuk mendukung (pro environment).
pengembangan pemanfaatan potensi sumberdaya
17 target dan 169 indikator DOKUMEN
pembangunan berkelanjutan PERENCANAAN
RTRW
KLHS
penerapan
pelaksanaan RPJMD
mengetahui
pembangunan
pemanfaatan
di daerah yang
serta
berkelanjutan
besarnya
potret
cadangan
ketersediaan KLHS: rangkaian analisis yang
SDA
setiap jenis sistematis, menyeluruh, dan
SDA partisipatif untuk memastikan bahwa
Pembangunan Berkelanjutan adalah
pembangunan yang dapat memenuhi prinsip pembangunan berkelanjutan
kebutuhan masa kini tanpa telah menjadi dasar dan terintegrasi
mengorbankan kebutuhan generasi dalam pembangunan suatu wilayah
mendatang dan atau kebijakan, rencana, dan SNI Neraca Sumberdaya Alam Spasial
(WCED, Brundrland Commision 1987) atau program
Keterkaitan Neraca dengan SDGs dan Perencanaan (Suwignyo, 2016)
16 GEOtangkas Vol. 1. No. 2 - 2016 GEOtangkas Vol. 1. No. 2 - 2016 17
Artikel Artikel
teknis kepada pemerintah daerah. Sampai bulan BIG menyatakan integrasi yang berarti ”penyatuan” memberikan
Peran Badan Informasi Geospasial Desember 2016, BIG telah melaksanakan sosialisasi implikasi adanya kesatuan dan konsistensi dalam pengolahan data mulai
dan pembinaan di 13 provinsi antara lain Sumatera awal sampai akhir, yang mempertimbangkan adanya masalah incompatible
UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Selatan, Riau, Kalimantan Selatan (2013), Jawa antar data yang disebabkan bentuk, struktur asli, serta sifat-sifatnya. Integrasi
Geospasial (IG), pasal 57, mengamanatkan BIG Timur,Sumatera Barat, Jawa Barat, Kepulauan Riau spasial neraca sumberdaya lahan, hutan, air, dan minerba menjadi masalah
melakukan pembinaan mengenai pemaknaan, (2014), Nusatenggara Barat, Lampung dan Sulawesi sehubungan dengan adanya perbedaan struktur dan karakteristik data yang
pengarahan, perencanaan, dan evaluasi terhadap Selatan (2015), Jambi, Sumatera Utara, dan Banten diperoleh melalui prosedur yang berbeda-beda.
penyelenggaraan IGT. (2016). Pada tahun 2017 akan dilaksanakan di 3 Integrasi neraca dilakukan sejalan dengan One Map Policy untuk
Provinsi antara lain Aceh, Kalimantan Barat, dan menghasilkan satu data dan satu peta menggunakan satu referensi. Salah satu
1. Pembinaan Neraca Sumberdaya Alam Gorontalo. masalah yang dihadapi dalam integrasi neraca adalah informasi geospasial yang
Pembinaan IGT neraca sumberdaya alam digunakan masih belum terstandar dan klasifikasinya. Ke depan diharapkan
Salah satu penyelenggara IGT yang perlu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab BIG kegiatan ini mampu menjawab tantangan tentang informasi geospasial neraca
dibina adalah penyelenggara neraca sumberdaya dalam rangka menghasilkan IGT neraca sumberdaya. sumberdaya alam.
alam. Neraca sumberdaya alam dapat memberikan Hasilnya berguna untuk instrumen evaluasi penataan
informasi sumberdaya alam sehingga diketahui ruang dan sarana informasi untuk mengetahui
potensi, jumlah, dan sebaran sumber daya alam. dinamika spasial sumberdaya.
BIG berperan dalam membina dan
mengintegrasikan neraca sumberdaya alam. Kegiatan 2. Integrasi Neraca Sumberdaya Alam
pembinaan adalah menyiapkan norma standar
pedoman dan kriteria (NSPK) dalam penyusunan BIG berperan dalam kegiatan integrasi Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4
AKHIR
neraca sumberdaya alam spasial daerah. Pasal 24 UU Verifikasi data & Menyusun Integrasi 4
neraca sumberdaya alam bersama K/L terkait dalam
MULAI Matching Matriks
4 Komponen menentukan skenario terbaik Komponen
IG menyatakan bahwa Badan Informasi Geospasial process kesesuaian
bentuk petunjuk teknis, modul, perka, SNI dan standar neraca unit pemetaan (ada pengaruh & (ideal atau tidak)
lainnya. dapat mengintegrasikan IGT yang diselenggarakan keseimbangan) & menentukan “Rekomendasi
Model pembinaan lain berupa sosialisasi, oleh Pemerintah menjadi satu IGT baru. Integrasi nilai Kebijakan”
bantuan teknis maupun bimbingan teknis kepada dilakukan untuk melihat keterkaitan antar komponen
pemerintah daerah maupun K/L. Kegiatan pembinaan sumberdaya alam.
yaitu memberikan informasi dan pengetahuan terkait Konsep integrasi neraca sumberdaya alam
manfaat penyusunan neraca sumberdaya alam spasial, ini melihat bahwa sumberdaya merupakan suatu
Alur Penyusunan Integrasi Neraca Sumberdaya Alam
meningkatkan kesadaran dan kepedulian pemerintah sistem yang saling terkait. Diharapkan sumberdaya
daerah untuk melaksanakan penyusunan neraca alam suatu daerah dapat diketahui potensi dan
sumberdaya alam spasial sebagai bagian salah satu pemanfaatannya. Integrasi neraca sumberdaya alam
instrumen pengelolaan dan pengendalian lingkungan dapat berperan sebagai salah satu tools evaluasi
pengelolaan sumberdaya alam dan penataan Implementasi Neraca Sumberdaya Alam di Daerah
hidup yang berbasis spasial.
Pembinaan juga dapat berupa bimbingan ruang lebih komprehensif dengan melihat berbagai
komponen. Penyusunan neraca sumberdaya memiliki bereferensi kebumian.
payung hukum sebagai dasar untuk dilaksanakan. SEB berikut Lampirannya berfungsi sebagai
Dalam tataran implementasi masih banyak pemerintah Pedoman Teknis dalam Implementasi Penyusunan dan
daerah yang belum melaksanakan. Beberapa Pemetaan Neraca Sumberdaya Alam Daerah yaitu:
pemerintah daerah yang sudah melaksanakan, antara • Penyusunan NSAD di tingkat Provinsi dan
lain Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Kelompok
Riau. Untuk 2017, daerah yang sudah merencanakan Kerja (Pokja) yang diketuai oleh Kepala Bappeda
penyusunan neraca sumberdaya alam yaitu Provinsi atau instansi perencanaan pembangunan di
Banten. daerah. Dibentuk berdasarkan Surat Keputusan
Menyikapi pentingnya pemerintah daerah Gubernur atau Bupati/Walikota.
dalam menyusun neraca, maka pada tanggal 20 Juni • Pembinaan penyusunan, pengkajian dan laporan
2012, keluar Surat Edaran Bersama (SEB) antara NSAD Provinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan
Menteri Dalam Negeri dan Kepala BIG tentang oleh Pemerintah Daerah masing-masing.
perlunya disusun Neraca Sumberdaya Alam Daerah Difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri Up.
(NSAD). Dalam rangka mendukung pengelolaan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah
sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta untuk bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial.
memperkuat perencanaan pembangunan daerah
yang berkelanjutan, diperlukan data dan informasi
neraca sumberdaya alam daerah yang menyangkut
Wilayah Sosialisasi dan Pembinaan Neraca Sumberdaya Alam potensi, jumlah, dan sebaran sumber daya alam yang
18 GEOtangkas Vol. 1. No. 2 - 2016 GEOtangkas Vol. 1. No. 2 - 2016 19
Artikel Artikel
Stakeholder Neraca Sumberdaya Alam (Baster, 2015)
Success Story
Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa SKPD terkait antara lain Dinas Kehutanan, Dinas
Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang telah Pekerjaan Umum dan ESDM, Dinas Pertanian, Kanwil
menyusun neraca sumberdaya alam secara rutin. Badan Pertanahan Nasional, Badan Lingkungan Hidup
Neraca sumberdaya alam yang disusun setiap periode dan Bappeda Kabupaten/Kota. Selain itu penyusunan Peta Neraca Sumberdaya Alam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
5 tahun yakni neraca sumberdaya alam tahun 2002- neraca sumberdaya alam juga melibatkan perguruan
2007 dan 2007-2012. Penyusunan neraca sumberdaya tinggi yang ada di Yogyakarta. Isu Strategis dan Tantangan
yang dilakukan sudah mengikuti SNI yang dikeluarkan Hasil penyusunan neraca sumberdaya alam
BIG dan K/L terkait. memberikan beberapa rekomendasi dan kebijakan Beberapa isu strategis terkait penyusunan Tantangan ke depan adalah perlunya
Pemerintah daerah Yogyakarta memandang antara lain adanya penyimpangan pemanfaatan ruang neraca sumberdaya alam menurut Suwignyo (2016) penguatan kelembagaan (dasar hukum, anggaran,
penting menyusun neraca sumberdaya alam karena aktual disebabkan keterbatasan ruang bagi penduduk antara lain neraca ini belum menjadi dasar dalam organisasi pelaksana di daerah) untuk mengoptimalkan
permasalahan aglomerasi perkotaan Yogyakarta. untuk beraktifitas atau pemanfaatan lahan budidaya di menyusun dokumen perencanaan pembangunan pelaksanaan neraca sumberdaya alam. Neraca
Aktivitas Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar, kawasan lindung yang sudah ada sebelum ditetapkan daerah (RTRW, RPJMD, RKPD). Pelaksanaan neraca sumberdaya alam merupakan sistem penting untuk
kota pariwisata dan kota budaya berdampak pada sebagai fungsi lindung oleh pemerintah (Bappeda DIY, sumberdaya alam yang kurang implementatif mengetahui pemanfaaatan sumber daya alam dalam
perubahan penggunaan lahan. Pertumbuhan 2014). Belum semua potensi dan peta sumberdaya disebabkan kurang efektifnya pelaksanaan sosialisasi rangka mendukung upaya pembangunan daerah
hotel dan apartemen yang menjamur berpotensi alam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terpetakan neraca sumberdaya alam, koordinasi organisasi secara berkelanjutan. Peran aktif stakeholder sangat
menyebabkan permasalahan lingkungan khususnya secara detail. Selain itu neraca sumberdaya alam juga pelaksana kurang efektif, dan alokasi anggaran di diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan
ketersediaan lahan dan air tanah. merekomendasikan perlunya kerjasama dan integrasi daerah terbatas. neraca sumberdaya alam.
Penyusunan neraca sumberdaya alam ataupun sharing data dengan stakeholder terkait Penulis 1 adalah Surveyor Pemetaan Pertama, BIG
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksanakan dalam konteks pemantauan dan penyusunan neraca Penulis 2 adalah Kepala Bidang Dinamika SDA, BIG
kelompok kerja (Pokja) dibawah koordinasi Bappeda. sumberdaya alam. Referensi
Badan Informasi Geospasial. 2014. One Map Policy Sebagai Sarana Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Peredam Konflik Penguasaan Lahandi Indonesia Lingkungan Hidup.
Diakses dari http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/ Pemerintah Republik Indonesia. 2011. Undang undang Nomor 4
show/redam-konflik-penguasaan-lahan-badan-informasi- Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Tahun 2011
geospasial-susun-satu-peta-dasar 5 Desember 2016. tentang Informasi Geospasial.
Badan Informasi Geospasial. 2016. Laporan Intergrasi Neraca Pemerintah Republik Indonesia. 2016. Peraturan Presiden Nomor
Sumberdaya Alam Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Bogor. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan
Bappeda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 2014. Neraca Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000.
Sumberdaya Alam Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Solihin, M. A. dan S. Rija. 2007. Pengelolaan Sumber Daya Alam
Yogyakarta. Secara Terpadu untuk Memperkuat Perekonomian Lokal.
Baster, A. 2015. Peran Pemda dalam Penyusunan Neraca Jurnal SoilREns 8: 782-793.
Sumberdaya Alam Daerah.Disampaikan dalam Sosialisasi Suwignyo, N. 2016. Peran Pemda dalam Penyusunan Neraca
dan Pembinaan Neraca Sumberdaya Alam Provinsi Sumberdaya Alam Daerah (NSAD) untuk Meningkatkan
Lampung. 11 Juni 2015. Bandar Lampung. Daya Saing Daerah. Disampaikan dalam Sosialisasi dan
Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Undang Undang Nomor 26 Pembinaan Neraca Sumberdaya Alam Provinsi Banten. 16
Paparan Neraca Sumberdaya Alam Provinsi DI Yogyakarta Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. November 2016. Serang.
Pemerintah Republik Indonesia. 2009. Undang-undang Nomor 32
Pemerintah Republik Indonesia. 2011. Undang undang Nomor 4
20 GEOtangkas Vol. 1. No. 2 - 2016 GEOtangkas Vol. 1. No. 2 - 2016 21
Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas - BIG ISSN: 2540-9042
Vol. 1 No.2. Desember 2016
GEO
tangkas
Buletin Informasi Geospasial Tata Ruang, Dinamika Sumberdaya, dan Atlas
A T L A S
Gerbang Depan Informasi Geospasial
Kajian Tingkat Akurasi Integrasi Tata Ruang Rakortek IGT: Menakar
Koreksi Geometrik dengan Pertanahan Kemajuan Implementasi
One Map Policy
GEO dari redaksi
tangkas
Buletin Informasi Geospasial Tata Ruang, Dinamika Sumberdaya, dan Atlas
Diterbitkan Oleh:
Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas
Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik (IGT) menjaga nusantara
Badan Informasi Geospasial (BIG)
Pelindung
Kepala BIG Pembaca yang Budiman.....
Deputi Bidang IGT
Tepat tanggal 13 Desember kita peringati
Dewan Redaksi sebagai Hari Nusantara. Momentum tersebut
Mulyanto Darmawan mengingatkan kembali akan lintasan sejarah, tatkala
Sri Daryaka Perdana Menteri Djuanda mendeklarasikan tentang
Habib Subagio kesatuan daratan dan perairan Indonesia menjadi bagian
Prita Brada Bumi yang tak terpisahkan. Pengakuan dunia internasional
terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan termasuk
Pemimpin Redaksi hak-hak hukum didalamnya, menjadi nilai strategis bagi
Fakhruddin M kepentingan bangsa terutama untuk kesejahteraan rakyat
Indonesia. Sebagai generasi penerus sudah selayaknya
Staf Redaksi kita menjaga warisan para pendahulu untuk menjaga
Sri Eka Wati tanah dan air Indonesia melalui peran masing-masing
Roswidyatmoko Dwihatmojo sesuai dengan keahlian. Beberapa aksi damai terutama
Fuad Hasyim
di Jakarta pada bulan Desember 2016 ini menunjukkan
Randhi Atiqi
Amanah Anggun Prabandari
bahwa menjaga nusantara merupakan bagian penting
Rochmad Budi Santoso agar tanah air ini tidak terkoyak.
Rakyan Paksi Nagara Geotangkas Edisi II ini mencoba sedikit
I Made Dipta Sudana mengangkat terkait dengan Hari Nusantara melalui
Chintia Dewi beberapa foto dan artikel menarik tentang nusantara.
Erna Kusumawati Beberapa foto yang identik dengan perairan menghiasi
beberapa halaman. Tak lupa, penulis geotangkas
Desain & Tata Letak meneropong nusantara dengan mengangkat tema Atlas
Mustofa Sebagai Gerbang Depan Informasi Geospasial. Produk
Ellen Suryanegara atlas diharapkan mampu menggambarkan Indonesia
melalui atlas multitema, baik tema sumberdaya,
Keuangan dan Distribusi budaya, sosial, ekonomi, dan tema menarik lainnya.
Rosie Kennedy Atlas tidak hanya dihasilkan oleh Badan Informasi
Wahyu Tri Handayani Geospasial, tetapi juga dihasilkan oleh Kementerian/
Lembaga sesuai dengan sektor masing-masing. Peran
swasta dalam memproduksi atlas juga menjadi bagian
Alamat Redaksi dari mencerdaskan generasi penerus yang ujungnya
Gedung F Lantai 2, Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas
merupakan langkah penting menjaga nusantara.
BIG, Jl. Jakarta - Bogor Km. 46, Cibinong,
Jawa Barat
Edisi kedua ini juga menampilkan beberapa ar-
Telp/Faks: (021) 8764613 tikel menarik tentang tata ruang, bedah wilayah nusanta-
www.big.go.id, https://twitter.com/pptra_big ra, dan serba-serbi geospasial. Kami tim redaksi berharap,
tulisan-tulisan sederhana ini menjadi bagian penting
ISSN: 2540-9042 dalam menggelorakan literasi atau dunia membaca dan
menulis yang dirasakan semakin luntur. Selamat mem-
baca!.
Salam PPTRA ~ Senang Berbagi Setia Melayani
Cover depan: Pelabuhan Perikanan Labuhanmaringgai,
Lampung
Cover belakang: sepasang anak Pulau Leti,
Geotangkas
Maluku Barat Daya
Tim Redaksi
Daftar Isi
SAJIAN UTAMA
10 Atlas, Gerbang Depan Informasi Geospasial
ARTIKEL
16 Kebijakan Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam
22 Kajian Tingkat Akurasi Koreksi Geometri
30 Integrasi Tata Ruang dengan Pertanahan
36 Usaha Berbasis Komunitas Desa dalam Perspektif Informasi Geospasial
42 Peran Pemetaan Rencana Tata Ruang dalam Mitigasi Bencana
INFO KEGIATAN
48 Mekanisme Asistensi dan Supervisi Peta Rencana Tata Ruang
55 Sistem Informasi Transportasi Perkotaan
58 Rakortek IGT: Menakar Kemajuan Implementasi One Map Policy
62 Kolokium: Pemetaan Tata Ruang, Dinamika SDA, dan Atlas
BEDAH WILAYAH
64 Air Terjun Way Lalaan, Keindahan Tersembunyi di Tanggamus
66 Rajaampat, Permata dari Timur
70 Oceania, Wilayah Kepulauan di Samudera Pasifik
72 Benteng Wolio Kesultanan Buton
BEDAH BUKU
76 Kartografi
SERBA-SERBI GEOSPASIAL
78 Permainan Lokasi Hotelling
Buletin Geotangkas menerima tulisan terkait Infor-
masi Geospasial Tata Ruang, Dinamika Sumberdaya,
dan Atlas. Tulisan yang masuk ke redaksi menjadi
bagian penting penyebarluasan IG terkait tata ruang,
dinamika SDA, dan Atlas untuk kepentingan pemba-
ngunan dan publik. Tulisan dikirim ke:
redaksi.ptra@gmail.com
GEOtangkas Vol. 1. No. 2 - 2016 1
Dua bocah kecil penduduk Pulau Leti sedang mengayuh perahu
Samudera, laut, selat, teluk, adalah beranda
GEO depan nusantara. Menyiapkan generasi
tangkas
Buletin Informasi Geospasial Tata Ruang, Dinamika Sumberdaya, dan Atlas
penerus yang sadar akan kekayaan
ISSN: 2540-9042 perairan dan sumberdaya didalamnya
merupakan tugas besar
kita bersama