Academia.eduAcademia.edu

Outline

Analisis lokasi

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, taufik serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan penelitian dengan judul “Hirarki Pengaruh Kriteria dan Sub-kriteria dalam Penentuan Lokasi Terminal Purabaya” ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Lokasi dan Keruangan di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, serta untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam penentuan lokasi Terminal. Tidak lupa terima kasih kami sampaikan kepada Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic.rer.reg. dan Vely Kukinul Siswanto, ST, MT, MSc. selaku dosen mata kuliah Analisis Lokasi atas bimbingan yang telah diberikan sehingga Penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih juga kepada teman-teman atas berbagai masukan dan diskusi yang telah dilakukan demi lancarnya penyusunan Penelitian ini. Kami sadar Penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan. Akhir kata semoga keberadaan Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan serta manfaat bagi para pembacanya. Surabaya, 28 Mei 2015 Peneliti i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................................... i DAFTAR ISI..................................................................................................................ii DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... iii DAFTAR TABEL ........................................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1 1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1 1.2 Tujuan................................................................................................................. 1 1.3 Sistematika Penyajian...................................................................................... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................... 3 2.1 Terminal ............................................................................................................. 3 2.1.1 Pengertian Terminal.................................................................................. 3 2.1.2 Fungsi Terminal ......................................................................................... 3 2.1.3 Jenis-jenis Terminal .................................................................................. 3 2.2 Teori lokasi ..................................................................................................... 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................................... 5 3.1 Variabel penelitian ............................................................................................... 5 3.2 Metode pegumpulan data ..................................................................................... 5 3.3 Metode analisis data ............................................................................................. 5 2.3.1 Stakeholder mapping ................................................................................ 7 BAB IV PEMBAHASAN .............................................................................................. 8 3.1 Gambaran Umum Terminal Purabaya .......................................................... 8 3.2 Analisis ............................................................................................................... 9 3.2.1 Analisis penentuan Kriteria dan Sub-kriteria......................................... 9 3.2.2 Penyusunan model ................................................................................. 10 3.2.3 Analisis Stakeholder ............................................................................... 10 3.2.4 Hasil analisis expert choice 11 .............................................................. 11 BAB IV PENUTUP ...................................................................................................... 17 ii 4.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 17 4.2 Lesson Learned .............................................................................................. 17 LAMPIRAN ................................................................................................................. 19 1.Desain kuesioner ............................................................................................... 19 2.Pembobotan kuesioner oleh stakeholder....................................................... 23 2. Lampiran Hasil analisis Expert ....................................................................... 33 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Lokasi Terminal Purabaya ....................................................................... 8 Gambar 2. Terminal Purabaya .................................................................................. 9 Gambar 3. Hasil analisis Combine Expert Choice 11 .............................................. 12 Gambar 4. Perbandinganpengaruh antar Kriteria .................................................... 33 Gambar 5. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria teknik .................................. 33 Gambar 6. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria ekonomi .............................. 34 Gambar 7. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria lingkungan .......................... 34 Gambar 8. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria kebijakan............................. 35 DAFTAR TABEL Tabel 1. Faktor dan variabel penelitian...................................................................... 5 Tabel 2 . Kriteria dan Sub-kriteria penentuan lokasi terminal..................................... 9 Tabel 3. analisis stakeholder ................................................................................... 10 Tabel 4 . Pengelompokan stakeholder .................................................................... 11 Tabel 5 . Pihak responden kuesioner ...................................................................... 11 iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sarana transportasi merupakan komponen utama dalam sistem kehidupan, sistem pemerintahan, dan sistem kemasyarakatan. Surabaya sebagai kota metropolitan memiliki kondisi sosial demografis wilayah yang memiliki pengaruh terhadap kinerja transportasi di wilayah tersebut (Susantoro & Parikesit, 2004:14). Terminal merupakan simpul transportasi darat dimana penumpang dan barang masuk atau keluar dari sistem jaringan transportasi. Ditinjau dari sistem jaringan transportasi secara keseluruhan, terminal merupakan simpul utama dalam jaringan dimana sekumpulan lintasan rute secara keseluruhan bertemu. Dengan demikian terminal merupakan komponen utama dalam sistem jaringan transportasi jalan yang mempunyai peran dan fungsi yang sangat penting. Terminal bukan saja merupakan komponen fungsional utama dari sistem, tetapi juga sering merupakan prasarana dimana titik kemacetan mungkin terjadi. Menurut Undang-Undang Lalu Lintas No. 14 tahun 1992, terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat dan menurunkan orang dan atau barang serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum, yang merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi. Fungsi utama dari terminal adalah sebagai pelayanan umum antara lain berupa tempat untuk naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang, untuk pengendalian lalu lintas dan angkutan umum, serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. Penentuan lokasi suatu terminal diperlukan suatu kajian yang mendalam baik dan sisi lingkungan sekitar maupun dan sisi kota secara keseluruhan, efektifitas dan efisiensi sistem transportasi dalam suatu lintasan sangat dipengaruhi oleh kinerja dan terminal. Selain itu keberadaan terminal diharapkan dapat membantu memacu agar kawasan disekitarnya lebih cepat mengalami perubahan (berkembang), sehingga banyak terminal-terminal yang ada di dalam kota dialihkan ke daerah pinggiran dengan harapan dapat memacu perkembangan kawasan tersebut disamping untuk mengurangi kemacetan di dalam kota. 1.2 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberpengaruhan Kriteria dan subkriteria penentuan lokasi fasilitas umum, terminal Purabaya. 1.3 Sistematika Penyajian Adapun untuk memudahkan pembaca memahami isi makalah ini maka sistematika yang digunakan untuk penyajian adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN berisi mengenai latar belakang penelitian, tujuan dan sistematika penyajian penelitian. 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA berisi pengertian, fungsi, dan jenis terminal serta penjabaran teori lokasi. BAB III METODOLOGI PENELITIAN berisi variabel penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data BAB IV PEMBAHASAN berisi penjabaran hasil analisis data penelitian. BAB III PENUTUP berisi kesimpulan serta lesson learned yang didapatkan dari kegiatan penelitian. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Terminal 2.1.1 Pengertian Terminal Menurut UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum, terminal adalah pangkalan Kendaraan Bermotor Umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan/atau barang, serta perpindahan moda angkutan. Sedangkan menurut Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 1995 tentang Terminal Transportasi Jalan, Terminal Penumpang adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. 2.1.2 Fungsi Terminal Fungsi utama terminal dapat ditinjau dari tiga unsur yang terkait, yaitu penumpang, pemerintah dan operator angkutan umum. Fungsi–fungsi tersebut adalah sebagai berikut: a. Fungsi terminal bagi penumpang adalah mempermudah perpindahan dari satu moda ke moda lainnya atau dengan kata lain untuk mempercepat arus penumpang menuju daerah tujuan dengan memperhatikan segi keamanan dan kenyamanan, tersedianya fasilitas terminal dan informasi serta fasilitas parkir kendaraan pribadi. b. Fungsi terminal bagi pemerintah adalah perencanaan dan manajemen lalu lintas serta pengendalian arus kendaraan umum untuk menghindari kemacetan sekaligus sebagai sumber pendapatan daerah. c. Fungsi terminal bagi operator angkutan umum adalah untuk pengaturan operasi bus, penyediaan fasilitas istirahat dan informasi bagi awak bus dan sebagai fasilitas pangkalan. 2.1.3 Jenis-jenis Terminal Menurut Keputusan Menteri Perhubungan No. 31 Tahun 1995, terminal dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut : 1. Terminal penumpang adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra danatau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum 2. Terminal barang adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan membongkar dan memuat barang serta perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi. Sedangkan terminal penumpang terdiri dari 3 tipe, yaitu sebagai berikut : a. Terminal penumpang tipe A, merupakan terminal yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota antar propinsi dan/atau angkutan 3 lintas batas negara, angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan b. Terminal penumpang tipe B, merupakan terminal penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan. c. Terminal penumpang tipe C merupakan terminal penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan. 2.2 Teori lokasi Teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha atau kegiatan lain baik dalam aspek ekonomi maupun sosial (Tarigan, 2006). Teori lokasi adalah suatu penjelasan teoretis yang dikaitkan dengan tata ruang dari kegiatan ekonomi. Hal ini selalu dikaitkan pula dengan alokasi geografis dari sumber daya yang terbatas yang pada gilirannya akan berpengaruh dan berdampak terhadap lokasi berbagai aktivitas baik ekonomi maupun sosial (Sirojuzilam, 2006: 22). Aksesibilitas adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak. Tingkat aksesibilitas merupakan tingkat kemudahan di dalam mencapai dan menuju arah suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya (Tarigan, 2006). Menurut Tarigan, tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut. Dalam analisis kota yang telah ada atau rencana kota, dikenal standar lokasi (standard for location requirement) atau standar jarak (Jayadinata, 1999: 160) Penentuan lokasi sebuah fasilitas pemerintah diutamakan untuk memperhatikan faktor-faktor berikut: faktor aksesibilitas; faktor pola distribusi; faktor kondisi lingkungan; 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan studi literatur hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Berikut adalah daftar faktor dan variabel penentuan lokasi terminal berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan. Tabel 1. Faktor dan variabel penelitian No Faktor Variabel Kemudahan pengembangan terminal apabila di masa yang akan datang akan dikembangkan Kondisi topografi daerah calon lokasi terminal yang mempengaruhi biaya konstruksi 1. Teknik Aksesibilitas dari dan menuju terminal dari dalam kota bagi angkutan kota dan angkutan pribadi Aksesibilitas dari dan menuju terminal dari luar kota bagi bus antar kota Harga tanah di sekitar lokasi yang baru Kemudahan angkutan dari dan menuju terminal yang mempengaruhi besar kecilnya ongkos pengeluaran 2. Ekonomi Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang berakibat peningkatan ekonomi Penduduk yang aktivitas ekonominya tergusur Dampak kebisingan aktivitas terminal mempengaruhi masyarakat 3. Lingkungan sekitar Dampak polusi udara akibat aktivitas terminal Kesesuaian dengan penggunaan lahan 4. Kebijakan Kesesuaian dengan RUTRK Sumber : Prosiding Seminar Nasional Management Teknologi IV (Sumiyar Pantiharso, Ervina Ahyudanari, dan Hitapriya Suprayitno, 2006) 3.2 Metode pegumpulan data Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif melalui survei primer dan sekunder. Proses pengumpulan data dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap studi literatur terkait Kriteria penentuan lokasi terminal serta proses stakeholder mapping dan tahap pengisian kuesioner oleh para stakeholder terkait. Adapun metode sampling yang digunakan adalah non probabilistik sampling, purposive stakeholder analysis. 3.3 Metode analisis data Dalam penelitian ini, metode analisis yang dipakai untuk menentukan prioritas adalah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan metode analisis pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan 5 menguraikan masalah multi Kriteria atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level, mulai dari tujuan, kriteria dan alternatif (Syaifullah 2010). Menurut Bourgeois (2005), AHP umumnya digunakan dengan tujuan untuk menyusun prioritas yang bersifat kompleks atau multi kriteria. Secara umum, dengan menggunakan AHP, prioritas yang akan dihasilkan akan bersifat konsisten dengan teori, logis, transparan, dan partisipatif. Langkah-langkah dalam analisis metode AHP menurut kajian Suryadi et al. (2002) adalah: 1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan. Dalam tahap ini kita berusaha menentukan masalah yang akan kita pecahkan secara jelas, detail dan mudah dipahami. Dari masalah yang ada kita coba tentukan solusi yang mungkin cocok bagi masalah tersebut. Solusi dari masalah mungkin berjumlah lebih dari satu. 2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan utama. Setelah menyusun tujuan utama sebagai level teratas akan disusun level hirarki yang berada di bawahnya yaitu kriteria-kriteria yang cocok untuk mempertimbangkan atau menilai alternatif yang kita berikan dan menentukan alternatif tersebut. Tiap kriteria mempunyai intensitas yang berbeda-beda. Hirarki dilanjutkan dengan subkriteria (jika mungkin diperlukan). 3. Membuat matrik perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap tujuan atau kriteria yang setingkat di atasnya. Pendekatan dengan matriks mencerminkan aspek ganda dalam prioritas yaitu mendominasi dan didominasi. Perbandingan pada matrik dilakukan berdasarkan judgment dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya. Hasil perbandingan dari masing-masing elemen akan berupa angka dari 1 sampai 9 yang merupakan skala kuantitatif dan menunjukkan perbandingan tingkat kepentingan suatu elemen. Dari hasil perbandingan tersebut kemudian dibuat matrik perbandingan berpasangan. 4. Melakukan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh jumlah penilaian seluruhnya sebanyak n x [(n-1)/2] buah, dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan 5. Menghitung nilai eigen (eigen value). 6. Menghitung vektor prioritas dari setiap matriks perbandingan berpasangan, yang merupakan bobot setiap elemen untuk penentuan prioritas elemen-elemen pada level hirarki terendah sampai mencapai tujuan. Penghitungan dilakukan lewat cara menjumlahkan nilai setiap kolom dari matriks, membagi setiap nilai dari kolom dengan 6 total kolom yang bersangkutan untuk memperoleh normalisasi matriks, dan menjumlahkan nilai-nilai dari setiap baris dan membaginya dengan jumlah elemen untuk mendapatkan rata-rata. 7. Memeriksa konsistensi hirarki. Yang diukur dalam AHP adalah rasio konsistensi. Konsistensi yang diharapkan adalah yang mendekati sempurna agar menghasilkan keputusan yang mendekati valid. Walaupun sulit untuk mencapai yang sempurna, rasio konsistensi diharapkan kurang dari atau sama dengan 10%. Untuk menghitung indek konsistensi, Saaty (1996) menggunakan rumus: Dimana : CI = indeks konsistensi n = ordo matrik. Lmaks = total nilai eigen maksimum dari matrik berordo n 2.3.1 Stakeholder mapping Pengaruh rendah Pengaruh tinggi Kepentingan Kelompok stakeholder yang paling Kelompok yang bermanfaat rendah rendah prioritasnya untuk merumuskan atau menjembatani keputusan dan opini Kepentingan Kelompok stakeholder yang penting Kelompok stake holder yang tinggi namun barang kali perlu paling kritis pemberdayaan Sumber : UNCHS Habitat, 2001 (dalam salam, 2011) 7 BAB IV PEMBAHASAN 3.1 Gambaran Umum Terminal Purabaya Terminal Purabaya merupakan terminal tipe A dengan luas lahan 120.000 m 2, yang sekaligus menjadi terminal bus terluas di Indonesia. Dalam skala kota Surabaya, letak terminal Purabaya berada di sisi Selatan kota Surabaya tepatnya berada di terletak di Jalan Mayjen Sutoyo, Bungurasih, Waru Sidoarjo, namun pengelolaanya oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Terminal yang saat ini dikepalai oleh May Ronald, S.E, MM tersebut melayani Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), dan Angkutan dalam Kota serta Lyn. Jaringan trayek angkutan kota yang dilayani Terminal Purabaya adalah Bus Kota yang dapat menampung 50 – 100 angkutan tiap jam. Gambar 1. Lokasi Terminal Purabaya Sumber : Survei Sekunder, Mei 2015 Terminal Purabaya di operasikan oleh Pemkot surabaya pada tahun 1991 di Desa Bungurasih. Terminal Purabaya merupakan terminal bus tersibuk di Indonesia (dengan jumlah penumpang hingga 120.000 per hari), dan termasuk terminal bus terbesar di Asia Tenggara. 8 Gambar 2. Terminal Purabaya Sumber : Survei Sekunder, Mei 2015 3.2 Analisis 3.2.1 Analisis penentuan Kriteria dan Sub-kriteria Berdasarkan hasil studi literatur yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa Kriteria dan sub Kriteria penentuan lokasi terminal Purabaya sebagaimana tabel 1. berikut. Tabel 2 . Kriteria dan Sub-kriteria penentuan lokasi terminal No Kriteria Sub-kriteria Kemudahan pengembangan terminal apabila di masa yang akan datang akan dikembangkan Kondisi topografi daerah calon lokasi terminal yang mempengaruhi biaya konstruksi 1. Teknik Aksesibilitas dari dan menuju terminal dari dalam kota bagi angkutan kota dan angkutan pribadi Aksesibilitas dari dan menuju terminal dari luar kota bagi bus antar kota Harga tanah di sekitar lokasi yang baru Kemudahan angkutan dari dan menuju terminal yang mempengaruhi besar kecilnya ongkos pengeluaran 2. Ekonomi Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang berakibat peningkatan ekonomi Penduduk yang aktivitas ekonominya tergusur Dampak kebisingan aktivitas terminal mempengaruhi masyarakat 3. Lingkungan sekitar Dampak polusi udara akibat aktivitas terminal Kesesuaian dengan penggunaan lahan 4. Kebijakan Kesesuaian dengan RUTRK Sumber : Prosiding Seminar Nasional Management Teknologi IV (Sumiyar Pantiharso, Ervina Ahyudanari, dan Hitapriya Suprayitno, 2006 9 3.2.2 Penyusunan model Berdasarkan sumber literatur yang telah diperoleh maka penyusunan model berpasangan dapat disusun sebagaimana diagram berikut. 3.2.3 Analisis Stakeholder Untuk mengetahui siapakah yang layak dijadikan sebagai stakeholder responden maka dilakukan analisis pengelompokan stakeholder menurut tingkat kepentingan dan tingkat keberpengaruhannya sebagaimana tabel berikut. Tabel 3. analisis stakeholder No. Kelompok Kepentingan stakeholder Dampak Pengaruh stakeholder Stakeholder Keterangan Tingkat berdasarkan Keterangan Tingkat kepentingan 1. Dinas Mengendalikan dan 5 + - Merumuskan kebijakan, 5 perhubungan mengkoordinasikan petunjuk teknis serta (Bidang penyelenggaraan urusan rencana strategis terminal Teknik pemerintahan dan pelayanan umum - Memfasilitasi pnetapan, Prasarana dan yang menjadi kewenangan dinas pembinaan dan Sarana) Kota salah satunya pada bidang teknik pemeliharaanserta Surabaya prasarana dan sarana. pemberian rekomendasi Pelaksanaan tugas bidang teknik izin terminal penumpang prasarana dan sarana yang meliputi dan barang bina teknik perbengkelan, bina - Pelaksana monitoring dan terminal serta bina perparkiran, evaluasi kegiatan terminal meliputi fasilitas pelaksanaan pengadaan, rekomendasi, pemberian izin, pemeliharaan sarana dan prasarana serta akreditasi dan sertifikasi uji berkala kendaraan bermotor dan perbengkelan, fasilitas penetapan, pembinaan dan pemeliharaan serta pemberian rekomendasi izin termianl penumpang dan barang. 2. Unit pelaksana teknis operasional Dinas 5 + - Pelaksana evaluasi untuk 5 Pelaksana di lapangan, bertugas melaksanakan Terminal Purabaya Teknis Dinas sebagian tugas Dinas di bidang - Penyelenggara kegiatan Terminal operasional pengelolaan terminal pengelolaan terminal dan Purabaya sebagai pelaksana penyusunan pangkalan, program kerja kegiatan pengelolaan - Pelaksana pemungutan 10 terminal retribusi dan pendapatan daerah yang sah - Pelaksana penertiban dan pengamanan 3. Akademisi Membantu menetapkan 3 + Memberi masukan dalam 4 perencanaan, pemanfaatan konsep penentuan lokasi terminal dan teknik dalam penentuan lokasi terminal 4. Masyarakat Pengguna hasil implementasi studi 2 + Konsumen/pengguna 2 terminal Sumber : hasil analisis, 2015 Berdasarkan hasil analisis stakeholder tersebut maka dapat dikelompokkan pihak satakeholder-stakeholder yang memiliki kepentingan dan pengaruh tinggi hingga yang kurang memiliki pengaruh dan kepentingan. Berikut disajikan pengelompokan stakeholder pada tabel 4. Tabel 4 . Pengelompokan stakeholder Kepentingan stakeholder dalam program Program Pengaruh Kecil/tidak Sedikit Sangat sangat stakeholder Penting penting berkepentingan penting bergantung padanya Kecil/tidak ada pengaruhnya Sedikit Masyarakat berpengaruh pengguna Berpengaruh UPTD Sangat Akademisi Terminal berpengaruh Purabaya Sangat Dinas berpengaruh perhubungan sekali Kota surabaya Sumber : hasil analisis, 2015 Hasil tabel pengelompokan stakeholder diperoleh beberapa instansi maupun pihak yang memiliki alasan yang cukup kuat dijadikan sebagai responden kuesioner. Berdasarkan tabel analisis tingkat kepentingan maka dapat dirumuskan pihak yang tepat dijadikan sebagai responden adalah seperti tertera pada tabel 5 berikut ini. Tabel 5 . Pihak responden kuesioner No Kelompok stakeholder Identifikasi stakeholder Dinas perhubungan Kota Surabaya Kepala seksi pemeliharaan bidang 1. Sarprastrans 2. UPTD Terminal Purabaya Kepala Sub Unit UPTD Terminal Purabaya 3. Akademisi ahli transportasi Dosen transportasi 4. Akademisi ahli penentuan lokasi Dosen analisis lokasi 5. Masyarakat Pengguna langsung Sumber : hasil analisis, 2015 3.2.4 Hasil analisis expert choice 11 Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberpengaruhan Kriteria dan subkriteria penentuan lokasi Terminal Purabaya. Hasil analisis yang dilakukan menggunakan expert choice 11 adalah sebagai berikut. 11 Gambar 3. Hasil analisis Combine Expert Choice 11 Sumber : hasil analisis, 2015 3.2.4.1 Perbandingan berpasangan menurut stakeholder a) Pranowo, SH. MM., Kepala Seksi Pemeliharaan Bidang Sarprastrans, Dinas perhubungan Kota Surabaya Kriteria yang paling berpengaruh dalam penempatan terminal Purabaya adalah kriteria lingkungan dengan nilai bobot sebesar 0,623, selanjutnya adalah teknik dengan bobot 0,244, ekonomi dengan bobot 0,094, dan kebijakan bobotnya 0,04. Sub-kriteria dalam kriteria teknik ada 2 yang paling berpengaruh yaitu aksesibilitas dari dalam kota dan aksesibilitas dari luar kota dengan bobot sebesar 0,424, kemudian kemudahan pengembanagn dengan bobot 0,113, dan topografi dengan bobot 0,039 Sub kriteria dalam kriteria ekonomi yang paling berpengaruh adalah kemudahan angkutan umum dengan bobot sebesar 0,432, kemudian harga tanah dengan bobot 0,406, penciptaan lapangan kerja dengan bobot 0,117, dan penduduk yang tergusur dengan bobot 0,046. Sub kriteria dalam kriteria lingkungan yaitu dampak kebisingan aktivitas dan dampak polusi udara memiliki bobot kepentingan yang sama yaitu 0,5. Sub kriteria dalam kriteria kebijakan yaitu kesesuaian guna lahan dan kesesuaian RUTRK memiliki bobot kepentingan yang sama yaitu 0,5. b) Harjo, Kasub Unit UPTD Terminal Purabaya Kriteria yang paling berpengaruh dalam penempatan terminal Purabaya adalah kriteria lingkungan dengan nilai bobot sebesar 0,616. Selanjutnya adalah teknik dengan bobot 0,205, ekonomi 0,101, dan kebijakan 0,078. 12 Sub-kriteria dalam kriteria teknik yang paling berpengaruh adalah topografi dengan bobot sebesar 0,355. Kemudian aksesibilitas dari dalam kota 0,337, kemudahan pengembangan 0,235 dan aksesibilitas dari luar kota 0,073. Sub kriteria dalam kriteria ekonomi yang paling berpengaruh adalah kemudahan angkutan umum dengan bobot sebesar 0,582, kemudian penciptaan lapangan kerja dengan bobot 0,241, penduduk yang tergusur dengan bobot 0,112, dan harga tanah dengan bobot 0,064. Sub kriteria dalam kriteria lingkungan yang paling berpengaruh adalah dampak polusi udara dengan bobot sebesar 0,8 dan dampak kebisingan aktivitas 0,2. Sub kriteria dalam kriteria kebijakan RUTRK yaitu kesesuaian guna lahan dan kesesuaian RUTRK memiliki bobot kepentingan yang sama yaitu 0,5. c) Sardjito, akademisi ahli transportasi Kriteria yang paling berpengaruh dalam penempatan terminal Purabaya adalah kriteria teknik dengan nilai bobot sebesar 0,592. Selanjutnya adalah kebijakan dengan bobot 0,259, ekonomi 0,102, dan lingkungan 0,047. Sub-kriteria dalam kriteria teknik yang paling berpengaruh adalah kemudahan pengembangan dengan bobot sebesar 0,520. Kemudian aksesibilitas dari dalam kota 0,266, topografi 0,137 dan aksesibilitas dari luar kota 0,077. Sub kriteria dalam kriteria ekonomi yang paling berpengaruh adalah harga tanah dengan bobot sebesar 0,593, kemudian kemudahan angkutan dengan bobot 0,247, penduduk yang tergusur dengan bobot 0,108, dan penciptaan lapangan kerja dengan bobot 0,053. Sub kriteria dalam kriteria lingkungan yang paling berpengaruh adalah dampak kebisingan aktivitas degan bobot sebesar 0,8, kemudian dampak polusi udara dengan bobot 0,2. Sub kriteria dalam kriteria kebijakan RUTRK yaitu kesesuaian guna lahan dan kesesuaian RUTRK memiliki bobot kepentingan yang sama yaitu 0,5. d) Fendy Firmansyah, akademisi ahli lokasi Terdapat 3 kriteria yang pengaruhnya sama yaitu kriteria teknik , lingkungan dan kebijakan dengan bobot masing-masing 0,318. Kemudian ekonomi dengan bobot 0,045 Sub-kriteria dalam kriteria teknik yang paling berpengaruh adalah aksesibilitas dari dalam kota dengan bobot sebesar 0,626. Kemudian kemudahan pengembangan 0,204, topografi 0,128 dan aksesibilitas dari luar kota 0,042. Sub kriteria dalam kriteria ekonomi yang paling berpengaruh adalah kemudahan angkutan dengan bobot sebesar 0,659, kemudian harga tanah dengan 13 bobot 0,174, penciptaan lapangan kerja dengan bobot 0,102, dan penduduk yang tergusur dengan bobot 0,065. Sub kriteria dalam kriteria lingkungan yaitu dampak polusi udara dampak kebisingan aktivitas dan memiliki bobot kepentingan yang sama yaitu 0,5. Sub kriteria dalam kriteria kebijakan yaitu kesesuaian guna lahan dan kesesuaian RUTRK memiliki bobot kepentingan yang sama yaitu 0,5. e) Chikita Yusuf Widhaswara, penumpang Kriteria yang paling berpengaruh dalam penempatan terminal Purabaya adalah kriteria kebijakan dengan nilai bobot sebesar 0,586. Selanjutnya adalah ekonomi dengan bobot 0,268, teknik 0,096, dan lingkungan 0,049. Dalam kriteria teknik terdapat 3 sub-kriteria yang pengaruhnya sama yaitu kemudahan pengembangan , aksesibilitas dari dalam kota, aksesibilitas dari luar kota dengan bobot masing-masing 0,318. Kemudian topografi dengan bobot 0,045 Sub kriteria dalam kriteria ekonomi yang paling berpengaruh adalah kemudahan angkutan dengan bobot sebesar 0,464, kemudian penciptaan lapangan kerja dengan bobot 0,283, harga tanah dengan bobot 0,197, dan penduduk yang tergusur dengan bobot 0,057. Sub kriteria dalam kriteria lingkungan yang paling berpengaruh adalah dampak polusi udara dengan bobot sebesar 0,833, kemudian dampak kebisingan aktivitas dengan bobot 0,167. Sub kriteria dalam kriteria kebijakan yang paling berpengaruh adalah kesesuaian dengan bobot sebesar 0,833, kemudian kesesuaian guna lahan dengan bobot 0,167. 3.2.4.2 Perbandingan akhir antar kriteria dan sub-kriteria a. Perbandingan antar kriteria Mengidentifikasi bobot kriteria bertujuan untuk menentukan prioritas kriteria yang berpengaruh dalam penentuan lokasi. Dengan menggunakan software expert choice 11 dilakukan pemeringkatan dari hasil analisis kuesioner stakeholder yang terpilih. Bobot kriteria tertinggi dalam penentuan lokasi Terminal Purabaya adalah Kriteria Teknik sebesar 0,337. Kemudian disusul Kriteria lingkungan 0,274 , Kriteria Kebijakan 0,243, serta Kriteria ekonomi sebesar 0,146. Hal ini berarti Kriteria teknik memiliki pengaruh 33,7%, Kriteria Lingkungan 27,4%, Kriteria Kebijakan 24,3% dan Kriteria ekonomi 1,46%. Inkonsistensi data pada tahap ini sebesar 0,03 atau <0,1, sehingga data dapat dianggap valid. b. Perbandingan antar subkriteria dalam kriteria teknik 14 Bobot sub-kriteria tertinggi pada penentuan lokasi Terminal Purabaya dalam kriteria Teknik adalah aksesibilitas dari dalam kota sebesar 0,437. Kemudian disusul sub-kriteria kemudahan pengembangan 0,287 , sub-kriteria aksesibilitas dari luar kota 0,156, serta sub-kriteria topografi sebesar 0,120. Hal ini berarti sub-kriteria aksesibilitas dari dalam kota memiliki pengaruh 43,7%, sub-kriteria kemudahan pengembangan 28,7%, sub-kriteria aksesibilitas dari luar kota 1,56% dan sub-kriteria topografi 1,2%. Inkonsistensi data pada tahap ini sebesar 0,05 atau <0,1, sehingga data dapat dianggap valid. c. Perbandingan antar subkriteria dalam kriteria Ekonomi Bobot sub-kriteria tertinggi pada penentuan lokasi Terminal Purabaya dalam kriteria Ekonomi adalah kemudahan angkutan sebesar 0,509. Kemudian disusul sub- kriteria harga tanah 0,253 , sub-kriteria penciptaan lapangan kerja 0,154, serta sub- kriteria penduduk tergusur sebesar 0,085. Hal ini berarti sub-kriteria aksesibilitas dari dalam kota memiliki pengaruh 50,9%, sub-kriteria kemudahan pengembangan 25,3%, sub-kriteria aksesibilitas dari luar kota 15,4% dan sub-kriteria topografi 8,5%. Inkonsistensi data pada tahap ini sebesar 0,01 atau <0,1, sehingga data dapat dianggap valid. d. Perbandingan antar subkriteria dalam kriteria lingkungan Bobot sub-kriteria tertinggi pada penentuan lokasi Terminal Purabaya dalam kriteria lingkungan adalah dampak polusi udara sebesar 0,580. Kemudian disusul sub- kriteria dampak kebisingan aktivitas 0,420. Hal ini berarti sub-kriteria dampak polusi udara memiliki pengaruh 58% dan sub-kriteria dampak kebisingan aktivitas 42%. Inkonsistensi data pada tahap ini sebesar 0 atau <0,1, sehingga data dapat dianggap valid. e. Perbandingan antar subkriteria dalam kriteria kebijakan Bobot sub-kriteria tertinggi pada penentuan lokasi Terminal Purabaya dalam kriteria kebijakan adalah kesesuaian RUTRK sebesar 0,580. Kemudian disusul sub- kriteria kesesuaian guna lahan 0,420. Hal ini berarti sub-kriteria kesesuaian RUTRK memiliki pengaruh 58% dan sub-kriteria kesesuaian guna lahan 42%. Inkonsistensi data pada tahap ini sebesar 0 atau <0,1, sehingga data dapat dianggap valid 3.2.4.6 Perbandingan antar total subkriteria Jika dilihat dari total keseluruhan sub-kriteria maka yang paling berpengaruh adalah aksesibilitas dari dalam kota, kemudian dampak polusi udara, kesesuaian RUTRK, kemudahan pengembangan, dampak kebisingan aktivitas, kesesuaian guna lahan, kemudahan angkutan, aksesibilitas dari luar kota, topografi, harga tanah, penciptaan lapangan kerja dan yang terakhir penduduk tergusur. 15 Bagan 1. tingkat kepentingan sub-kriteria Sumber : hasil analisis, 2015 16 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Untuk menentukan tingkat keberpengaruhan kriteria dan subkriteria penentuan lokasi terminal Purabaya dipilih 5 stakeholder terkait untuk memberikan pembobotan berpasangan antar kriteria maupun antar sub-kriteria. Lima stakeholder tersebut adalah Kepala seksi pemeliharaan bidang Sarprastrans Kota Surabaya, Kepala Sub Unit UPTD Terminal Purabaya, Dosen transportasi, Dosen analisis lokasi dan Pengguna layanan Terminal Purabaya. Berdasarkan hasil pembobotan dengan software Expert Choice 11 diketahui hirarki kriteria mulai dari yang paling berpengaruh hingga kurang berpengaruh adalah Kriteria Teknik, Kriteria lingkungan, Kriteria Kebijakan kemudian Kriteria ekonomi. Sedangkan hirarki sub-kriteria teknik yang paling berpengaruh hingga kurang berpengaruh adalah aksesibilitas dari dalam kota, kemudahan pengembangan, aksesibilitas dari luar kota, serta topografi. Hirarki sub-kriteria ekonomi mulai dari yang paling berpengaruh hingga kurang berpengaruh adalah kemudahan angkutan, harga tanah, penciptaan lapangan kerja, dan penduduk. Hirarki sub-kriteria lingkungan yang paling berpengaruh hingga kurang berpengaruh adalah dampak polusi udara kemudian dampak kebisingan aktivitas. Hirarki sub-kriteria kebijakan yang paling berpengaruh hingga kurang berpengaruh adalah kesesuaian dengan RUTRK kemudian kesesuaian guna lahan. 4.2 Lesson Learned Untuk menentukan lokasi fasilitas umum diperlukan studi terlebih dahulu. Studi tersebut dapat dilakukan dengan metode AHP(Analytical Hierarchy Process), dimana point utama dalam metode ini adalah membandingkan antar kriteria maupun antar sub-kriteria yang digunakan dalam penentuan lokasi. Kriteria yang menjadi pertimbangan penempatan lokasi adalah kriteria teknik, ekonomi, lingkungan dan kebijakan. Kriteria teknik meliputi kemudahan pengembangan terminal apabila di masa yang akan datang akan dikembangkan, kondisi topografi daerah calon lokasi terminal yang mempengaruhi biaya konstruksi, aksesibilitas dari dan menuju terminal dari dalam kota bagi angkutan kota dan angkutan pribadi dan aksesibilitas dari dan menuju terminal dari luar kota bagi bus antar kota. kriteria ekonomi meliputi harga tanah di sekitar lokasi yang baru, kemudahan angkutan dari dan menuju terminal yang mempengaruhi besar kecilnya ongkos pengeluaran, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang berakibat peningkatan ekonomi, dan penduduk yang aktivitas ekonominya tergusur. Kriteria lingkungan meliputi Dampak kebisingan aktivitas terminal mempengaruhi masyarakat sekitar dan dampak polusi udara akibat aktivitas terminal. 17 kriteria kebijakan meliputi kesesuaian dengan penggunaan lahan, kesesuaian dengan RUTRK Stakeholder yang memiliki pengaruh dan kepentingan dalam penentuan lokasi Terminal antara lain Dinas Perhubungan (Bidang Teknik Prasarana dan Sarana), Unit Pelaksana Teknis Dinas Terminal, akademisi dan masyarakat. 18 LAMPIRAN 1. Desain kuesioner PENENTUAN LOKASI TERMINAL PURABAYA Bapak/Ibu yang kami hormati, Saya Mahasiswa Program sarjana (S-1) Perencanaan wilayah dan Kota ITS sedang mengadakan penelitian Penentuan Lokasi Terminal Purabaya. Dalam menentukan lokasi terminal Purabaya, terlebih dahulu dilakukan perumusan kriteria- kriteria lokasi berdasarkan hasil tinjauan literatur. Selanjutnya dilakukan pembobotan kriteria berdasarkan kondisi eksisting. Pembobotan kriteria dilakukan dengan menggunakan alat analisis AHP (analytical hierarchy process). Alat ini membutuhkan suatu nilai numerik sebagai pengganti persepsi seseorang untuk mendapatkan perbandingan relatif sehingga diperoleh nilai prioritas kriteria. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, kami mengharapkan bantuan Bapak/Ibu untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini sesuai dengan pendapat/persepsi Bapak/Ibu terhadap perbandingan tingkat kepentingan antara dua kriteria atau subkriteria yang disajikan dalam masing-masing pertanyaan. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER Dalam melakukan pembandingan tingkat kepentingan antara 2 kriteria/subkriteria ditentukan nilai kepentinagn 1 sampai 9. Jawaban pertanyaan dengan memilih nilai perbandingan yang menurut Bapak/Ibu paling tepat dengan arti penilaian sebagai berikut : Nilai Numerik Tingkat Kepentingan (Preference) 1 Kedua elemen sama penting 3 Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lainnya 5 Elemen yang satu lebih penting daripada elemen yang lainnya 7 Satu elemen jelas lebih mutlak penting daripada elemen yang lainnya 9 Satu elemen mutlak penting daripada elemen yang lainnya 2, 4, 6, 8 Nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan yang berdekatan Sumber : Saaty, 2003 19 FAKTOR DAN VARIABEL PENELITIAN Berikut adalah daftar faktor dan variabel penentuan lokasi terminal berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan. No Faktor Variabel Kemudahan pengembangan terminal apabila di masa yang akan datang akan dikembangkan Kondisi topografi daerah calon lokasi terminal yang mempengaruhi biaya konstruksi 1. Teknik Aksesibilitas dari dan menuju terminal dari dalam kota bagi angkutan kota dan angkutan pribadi Aksesibilitas dari dan menuju terminal dari luar kota bagi bus antar kota Harga tanah di sekitar lokasi yang baru Kemudahan angkutan dari dan menuju terminal yang mempengaruhi besar kecilnya ongkos pengeluaran 2. Ekonomi Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang berakibat peningkatan ekonomi Penduduk yang aktivitas ekonominya tergusur Dampak kebisingan aktivitas terminal mempengaruhi masyarakat 3. Lingkungan sekitar Dampak polusi udara akibat aktivitas terminal Kesesuaian dengan penggunaan lahan 4. Kebijakan Kesesuaian dengan RUTRK Sumber : Prosiding Seminar Nasional Management Teknologi IV (Sumiyar Pantiharso, Ervina Ahyudanari, dan Hitapriya Suprayitno, 2006) 20 DATA RESPONDEN Nama Instansi : Alamat Instansi : Nama Responden : Jenis Kelamin : Jabatan : Alamat : No. Telepon : Pakar : Pemerintah / Akademisi / Pengguna PERTANYAAN I Pembobotan tingkat kepentingan berpasangan antar faktor penentuan lokasi terminal Purabaya, yaitu teknik, ekonomi, lingkungan dan kebijakan. Faktor I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Faktor II Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ekonomi Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Lingkungan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan PERTANYAAN II Perbandingan tingkat kepentingan antar variabel masing-masing aspek penentuan lokasi terminal. 1. Teknik Variabel I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Variabel II Kemudahan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Topografi pengembangan Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan dalam kota Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan luar kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota Aksesibilitas dari Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 luar kota Aksesibilitas dari Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota luar kota 2. Aspek Ekonomi Variabel I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Variabel II Kemudahan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan Penciptaan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja 21 Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penduduk tergusur Kemudahan Penciptaan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan lapangan kerja Kemudahan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penduduk tergusur angkutan Penciptaan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penduduk tergusur lapangan kerja 3. Jaringan Lingkungan Variabel I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Variabel II Dampak kebisingan Dampak polusi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 aktivitas udara 4. Kebijakan Variabel I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Variabel II Kesesuaian guna Kesesuaian 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lahan RUTRK 22 2. Pembobotan kuesioner oleh stakeholder DATA RESPONDEN 1 Nama Instansi : Dinas Perhubungan Kota Surabaya Alamat Instansi : Jalan Dukuh Menanggal No 1 Surabaya Nama Responden : Pranowo, SH. MM. Jenis Kelamin : Laki-laki Jabatan : Kepala Seksi Pemeliharaan Bidang Sarprastrans Sumber : Pemerintah / Akademisi / Masysrakat PERTANYAAN I Pembobotan tingkat kepentingan berpasangan antar Kriteria penentuan lokasi terminal Purabaya, yaitu teknik, ekonomi, lingkungan dan kebijakan. Kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Kriteria II Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ekonomi Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Lingkungan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan PERTANYAAN II Perbandingan tingkat kepentingan antar sub-kriteria masing-masing aspek penentuan lokasi terminal. 5. Teknik Sub-kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Topografi pengembangan Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan dalam kota Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan luar kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 luar kota Aksesibilitas dari Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota luar kota 23 6. Aspek Ekonomi Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan Penciptaan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja Penduduk Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 tergusur Kemudahan Penciptaan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan lapangan kerja Kemudahan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan tergusur Penciptaan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja tergusur 7. Jaringan Lingkungan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Dampak Dampak polusi kebisingan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 udara aktivitas 8. Kebijakan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kesesuaian Kesesuaian 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 guna lahan RUTRK 24 DATA RESPONDEN 2 Nama Instansi : UPTD Terminal Purabaya Alamat Instansi : Jl. Letjen Soetoyo KM, Surabaya 13 (Komplek Terminal Bungurasih) Nama Responden : Harjo Jenis Kelamin : Laki- laki Jabatan : Kasub Unit Sumber : Pemerintah / Akademisi / Masysrakat PERTANYAAN I Pembobotan tingkat kepentingan berpasangan antar Kriteria penentuan lokasi terminal Purabaya, yaitu teknik, ekonomi, lingkungan dan kebijakan. Kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Kriteria II Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ekonomi Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Lingkungan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan PERTANYAAN II Perbandingan tingkat kepentingan antar sub-kriteria masing-masing aspek penentuan lokasi terminal. 1. Teknik Sub-kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Topografi pengembangan Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan dalam kota Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan luar kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 luar kota Aksesibilitas dari Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota luar kota 25 2. Aspek Ekonomi Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan Penciptaan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja Penduduk Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 tergusur Kemudahan Penciptaan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan lapangan kerja Kemudahan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan tergusur Penciptaan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja tergusur 3. Jaringan Lingkungan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Dampak Dampak polusi kebisingan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 udara aktivitas 4. Kebijakan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kesesuaian Kesesuaian 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 guna lahan RUTRK 26 DATA RESPONDEN 3 Nama Instansi : PWK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Alamat Instansi : Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Nama Responden : Fendy Firmansyah Jenis Kelamin : Laki-laki Jabatan : Dosen (ahli analisis lokasi) Sumber : Pemerintah / Akademisi / Masysrakat PERTANYAAN I Pembobotan tingkat kepentingan berpasangan antar Kriteria penentuan lokasi terminal Purabaya, yaitu teknik, ekonomi, lingkungan dan kebijakan. Kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Kriteria II Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ekonomi Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Lingkungan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan PERTANYAAN II Perbandingan tingkat kepentingan antar sub-kriteria masing-masing aspek penentuan lokasi terminal. 1. Teknik Sub-kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Topografi pengembangan Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan dalam kota Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan luar kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 luar kota Aksesibilitas dari Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota luar kota 27 2. Aspek Ekonomi Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan Penciptaan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja Penduduk Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 tergusur Kemudahan Penciptaan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan lapangan kerja Kemudahan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan tergusur Penciptaan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja tergusur 3. Jaringan Lingkungan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Dampak Dampak polusi kebisingan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 udara aktivitas 4. Kebijakan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kesesuaian Kesesuaian 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 guna lahan RUTRK 28 DATA RESPONDEN 4 Nama Instansi : PWK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Alamat Instansi : Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Nama Responden : Sardjito Jenis Kelamin : Laki-laki Jabatan : Dosen (ahli transportasi) Alamat : Kampus ITS, Sukolilo Surabaya No. Telepon : 031-5922425 Sumber : Pemerintah / Akademisi / Masyarakat PERTANYAAN I Pembobotan tingkat kepentingan berpasangan antar Kriteria penentuan lokasi terminal Purabaya, yaitu teknik, ekonomi, lingkungan dan kebijakan. Kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Kriteria II Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ekonomi Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Lingkungan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan PERTANYAAN II Perbandingan tingkat kepentingan antar sub-kriteria masing-masing aspek penentuan lokasi terminal. 1. Teknik Sub-kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Topografi pengembangan Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan dalam kota Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan luar kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 luar kota Aksesibilitas dari Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota luar kota 29 2. Aspek Ekonomi Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan Penciptaan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja Penduduk Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 tergusur Kemudahan Penciptaan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan lapangan kerja Kemudahan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan tergusur Penciptaan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja tergusur 3. Jaringan Lingkungan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Dampak Dampak polusi kebisingan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 udara aktivitas 4. Kebijakan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kesesuaian Kesesuaian 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 guna lahan RUTRK 30 DATA RESPONDEN 5 Nama Instansi : - Alamat Instansi :- Nama Responden : Chikita Yusuf Widhaswara Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Mahasiswa Sumber : Pemerintah / Akademisi / Masyarakat PERTANYAAN I Pembobotan tingkat kepentingan berpasangan antar Kriteria penentuan lokasi terminal Purabaya, yaitu teknik, ekonomi, lingkungan dan kebijakan. Kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Kriteria II Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ekonomi Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Teknik 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lingkungan Ekonomi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan Lingkungan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebijakan PERTANYAAN II Perbandingan tingkat kepentingan antar sub-kriteria masing-masing aspek penentuan lokasi terminal. 1. Teknik Sub-kriteria I Bobot tingkat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Topografi pengembangan Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan dalam kota Kemudahan Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 pengembangan luar kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota Aksesibilitas dari Topografi 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 luar kota Aksesibilitas dari Aksesibilitas dari 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dalam kota luar kota 31 2. Aspek Ekonomi Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kemudahan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan Penciptaan Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja Penduduk Harga tanah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 tergusur Kemudahan Penciptaan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan lapangan kerja Kemudahan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 angkutan tergusur Penciptaan Penduduk 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 lapangan kerja tergusur 3. Jaringan Lingkungan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Dampak Dampak polusi kebisingan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 udara aktivitas 4. Kebijakan Sub-kriteria I Bobot tingakat kepentingan berpasangan Sub-kriteria II Kesesuaian Kesesuaian 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 guna lahan RUTRK 32 2. Lampiran Hasil analisis Expert Gambar 4. Perbandinganpengaruh antar Kriteria Sumber : hasil analisis, 2015 Gambar 5. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria teknik Sumber : hasil analisis, 2015 33 Gambar 6. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria ekonomi Sumber : hasil analisis, 2015 Gambar 7. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria lingkungan Sumber : hasil analisis, 2015 34 Gambar 8. Perbandingan pengaruh antar sub-kriteria kebijakan Sumber : hasil analisis, 2015 35
About the author
Sepuluh Nopember Institute of Technology, Undergraduate
Papers
5
Followers
1,158
View all papers from Mega Utamiarrow_forward